Jumat, 22 Agustus 2008

Tentang Malaikat Mikael

Malaikat Mikail (bahasa Ibrani מיכאל Micha'el atau Mîkhā’ēl, bahasa Latin Michael atau Míchaël) adalah penghulu malaikat atau pemimpin bala tentara sorga yang disebut dalam Kitab Wahyu 12:7. Dalam Alkitab Ibrani Mikail hanya disebutkan namanya dalam konteks Persia dari Kitab Daniel pasca-pembuangan. Hanya dalam Daniel sajalah Mikail muncul— sebagai "salah seorang pangeran kepala" yang dalam penglihatan Daniel datang untuk menolong malaikat Gabriel dalam pergumulannya melawan malaikat Persia. Ia juga digambarkan sebagai pembela Israel (10:21, 12:1). Tradisi Talmud menerangkan bahwa namanya berarti dia "yang seperti El (Allah)" (tetapi secara harafiah berarti "Serupa dengan El") (bandingkan dengan Mikha, salah satu nabi yang belakangan), namun menurut Rabi Simeon ben Lakish (230-270 M), semua nama yang spesifik dari para malaikat dibawa kembali oleh orang-orang Yahudi dari Babel. Banyak penafsir modern yang setuju dengan pernyataan ini.

Mikail adalah salah satu malaikat utama dalam tradisi Abrahamik. Namanya konon adalah seruan peperangan para malaikat dalam pertempuran yang mereka lakukan di sorga dalam melawan Setan dan para pengikutnya.

Tokoh Mikail diduga berasal dari Khaldea sebagai dewa atau roh pelindung. Ia diterima oleh orang-orang Yahudi dan kemudian muncul sebagai malaikat penting dalam cerita rakyat Yahudi sehingga ia dihormati sebagai malaikat pelindung bangsa-bangsa (dari 70 atau 72 negara menurut sumber-sumber lain). Ia tidak kehilangan kehormatannya. Biasnya sepenuhnya dipahami karena ia merupakan favorit bangsa pilihan Allah.

Banyak cerita yang lebih terinci dari Midrash yang belakangan tentang Mikail masuk ke dalam mitologi Kristen melalui Kitab Henokh dan dari situ diterima dan dikembangkan lebih jauh. Dalam Kekristenan Abad Pertengahan akhir, Mikail bersama-sama dengan St George menjadi pelindung kaum ksatria, dan pelindung dari first ordo ksatria pertama dari Prancis, Ordo Santo Mikail pada 1469. Dalam sistem kehormatan Britania, sebuah kelas ksatria dibentuk pada 1818 dan juga dinamai mengikuti kedua santo ini, Order of St Michael and St George.

Kerasukan Setan dan Eksorsisme

oleh: Romo William P. Saunders *


Saya menonton film “Exorcist”. Dapatkah setan benar-benar merasuki seseorang? Apakah Gereja sungguh mempraktekkan eksorsisme?
~ seorang siswa menengah di Sterling

Setan dan roh-roh jahat memang sungguh dapat merasuki seseorang. Kata “eksorsisme” berasal dari kata Latin “exorcizare” yang berarti “mengusir” atau “menghalau”. Dalam Perjanjian Baru diceritakan beberapa kisah kerasukan setan dan Tuhan kita melakukan eksorsisme atau mengusir setan-setan dan roh-roh jahat tersebut. Sebagai contoh, Yesus mengusir roh-roh jahat (yang menyebut diri sebagai “Legion”) di Gerasa. Orang yang kerasukan roh jahat itu begitu kuat hingga dapat memutuskan rantai yang membelenggunya serta menghancurkannya. Pada akhirnya, roh-roh jahat itu memasuki kawanan babi serta membinasakan mereka (bdk Mrk 5:1-20). Dalam setiap kisah pengusiran setan, kita melihat bahwa Kristus dengan penuh kemenangan menaklukkan iblis dan roh-roh jahat.

Kristus juga memberikan kuasa kepada para Rasul untuk mengusir roh-roh jahat dalam nama-Nya, “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan” (Mat 10:1). Praktek eksorsisme dicatat dalam tulisan-tulisan para Bapa Gereja awali, termasuk St Yustinus, Martir (wafat 165), Tertulianus (wafat 230) dan St Sirilus dari Yerusalem (wafat 386). Sepanjang abad, Gereja mendokumentasikan dengan baik kasus-kasus kerasukan setan dan eksorsisme, termasuk kasus yang menjadi dasar cerita film “Exorcist” (walau baik Hollywood maupun bukunya tidak mengisahkannya tepat seperti fakta yang sesungguhnya).

Berdasarkan data biblis dan dasar historis seperti di atas, kita dapat membahas masalah ini dengan lebih baik. Pastor Jordan Aumann, O.P., seorang professor teologi spiritual yang terkemuka, menawarkan definisi sebagai berikut, “Kerasukan setan merupakan suatu fenomena di mana setan memasuki tubuh seorang yang hidup serta menggerakkan pancaindera dan anggota-anggota tubuhnya seolah ia menggunakan tubuhnya sendiri. Setan sungguh tinggal dalam tubuh korban yang malang; setan mengendalikan serta memperlakukannya sebagai miliknya sendiri. Mereka yang menderita akibat dimasuki secara paksa oleh setan disebut kerasukan setan” (Spiritual Theology, 408). Walau demikian, jiwa orang tidak dapat dimasuki atau dikuasai, dan dengan demikian tetap bebas; dalam arti, jiwa - yaitu orang itu sendiri - bagaikan dalam keadaan melayang. Paus Benediktus XIV dalam pengajarannya “De servorum Dei beatificatione, et beatorum canonizatione” memaklumkan, “Roh-roh jahat, dalam diri orang yang mereka rasuki, bagaikan motor dalam tubuh yang mereka gerakkan, namun dengan suatu cara yang begitu rupa hingga roh-roh jahat itu tak dapat menanamkan suatu sifat apa pun pada tubuh atau memberinya suatu bentuk eksistensi baru, ataupun, tepatnya, menjadi suatu makhluk tunggal, bersama orang yang dirasukinya.”

Dalam menentukan apakah seseorang dirasuki oleh setan atau roh-roh jahat, Gereja akan pertama-tama memastikan bahwa orang tersebut menjalani pemeriksaan jasmani dan kejiwaan yang seksama. Para pejabat Gereja juga akan berusaha mendapatkan tanda-tanda lain: fenomena fisik yang tak dapat dijelaskan, misalnya orang melayang atau benda-benda bergerak tanpa sebab yang jelas; orang memperlihatkan kekuatan yang melampaui batas wajar; orang mengerti dan mempergunakan bahasa-bahasa kuno yang sebelumnya sama sekali tak dikenalnya, seperti berbicara dalam bahasa Aram; orang mengetahui rahasia hidup pribadi tertentu, khususnya sang eksorsis (= pengusir setan), yang tak mungkin diketahui orang lain. Tanda lainnya adalah orang dengan keras menolak Tuhan, Bunda Maria, para kudus, salib dan gambar-gambar kudus yang diwujudkannya dalam bentuk kata-kata hujat atau tindakan-tindakan sakrilegi. Setan juga menyatakan kehadirannya melalui tindakan-tindakan angkara murka dan kekerasan, serta melalui hujat, sakrilegi, kata-kata jorok dan cabul. Uskup akan memberikan wewenang eksorsisme hanya setelah pemeriksaan yang seksama dan pertimbangan yang matang atas segala bukti, dan kemudian menunjuk seorang imam guna melakukan eksorsisme.

Ritual Romawi menetapkan suatu Ritus Eksorsisme yang meliputi serangkaian doa, berkat dan seruan pengusiran setan. (Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen menerbitkan revisi ritual eksorsisme pada tanggal 26 Januari 2000, dengan sepersetujuan Paus Yohanes Paulus II). Perlengkapan senjata kudus yang dipergunakan dalam suatu eksorsisme meliputi: menerima Sakramen Tobat, menyambut Komuni Kudus, puasa dan doa (teristimewa mendaraskan rosario), penggunaan sakramentali (seperti memberkati dengan air suci, menghadirkan salib atau gambar-gambar religius lainnya), memberkati dengan reliqui para kudus, serta menyerukan nama Tuhan Yesus, Santa Perawan Maria dan Santo Mikhael. Guna menegaskan kuasa sakramentali, St Theresia dari Avila dalam Buku Riwayat Hidupnya mengatakan, “Seringkali kualami bahwa tak ada yang membuat iblis lari terbirit-birit - tanpa pernah kembali lagi - selain dari air suci” (Bab 31); ia mengajarkan bahwa setan tak dapat tahan akan nama Yesus, salib dan air suci. Ritual eksorsisme diulangi hingga setan berhasil diusir keluar dari orang yang kerasukan, kemudian eksorsis memohon kepada Tuhan untuk jangan pernah mengijinkan setan merasuki orang itu lagi.

Sepanjang peristiwa kerasukan dan bahkan saat eksorsisme, orang yang bersangkutan tak hanya mengalami masa-masa krisis di mana pergulatan dengan iblis tampak nyata, melainkan mengalami juga masa-masa tenang di mana orang mengira bahwa kerasukan telah berakhir. Yang menarik, setelah eksorsisme, orang yang kerasukan tak lagi ingat akan apa yang terjadi selama ia dirasuki setan.

Mengapakah Tuhan membiarkan setan merasuki seseorang? Kita patut ingat bahwa kita semua berjuang melawan godaan-godaan dari penguasa dunia ini. Bagaimanapun, kita adalah korban-korban tak berdaya dari dosa asal dan kita membutuhkan rahmat Tuhan untuk melakukan segala yang baik dan kudus. Ketika ritual eksorsisme yang baru diterbitkan, Kardinal Medina, Prefect Kongregasi Ibadat dan Tata Tertib Sakramen memaklumkan dengan sangat tegas, “… Saya hendak menegaskan bahwa pengaruh jahat setan dan para pengikutnya biasanya dilakukan melalui dusta dan kebimbangan. Yesus adalah Kebenaran; iblis adalah bapa segala dusta. Ia memperdayakan umat manusia dengan membuat manusia percaya bahwa kebahagiaan didapatkan dalam harta, kuasa atau keinginan daging. Ia memperdayakan manusia agar berpikiran bahwa mereka tidak membutuhkan Tuhan, bahwa rahmat dan keselamatan tidaklah perlu. Ia bahkan memperdayakan manusia dengan menyamarkan perasaan berdosa atau bahkan melenyapkannya sama sekali; ia menggantikan hukum Tuhan sebagai patokan moral dengan adat atau kebiasaan mayoritas.” Karenanya, para penulis rohani beranggapan bahwa orang rentan terhadap kerasukan yang demikian, melalui, misalnya, gaya hidup yang mengakibatkan dosa berat, biasa melakukan kejahatan, berhasrat mengenal ilmu gaib dan terpikat oleh bentuk-bentuk spiritisme, magi dan sihir. Sebagai contoh, dalam kisah nyata yang menjadi dasar dari kisah “The Exorcist”, si anak, sebelum kerasukan, biasa ikut serta dalam praktek memanggil roh-roh orang mati yang dilakukan oleh bibinya, dan ia sendiri mulai bermain jaelangkung.

Mengapakah setan merasuki seseorang? Dalam buku “The Exorcist”, imam senior, Pastor Merrin, berbicara kepada Pastor Karras muda yang bertanya kepadanya, “Mengapakah gadis ini? Sama sekali tak masuk akal.” Pastor Merrin, seorang eksorsis yang berpengalaman, menjawab, “Aku pikir, tujuannya adalah membuat kita putus asa - melihat diri kita sendiri sebagai binatang yang buruk, menolak kemungkinan bahwa Tuhan dapat mengasihi kita.” Walau teks ini adalah fiksi, namun demikian pesan yang disampaikannya benar. Entah melalui kengerian dosa atau kerasukan, setan hendak mematahkan keyakinan kita bahwa Tuhan mengasihi kita lebih dari yang dapat kita bayangkan dan Tuhan bahkan bersedia mengampuni dosa apapun, asal saja kita menyesalinya dengan sungguh. Kita wajib terus-menerus berpaling kepada Allah kita, biarlah mata kita menatap lekat kepada-Nya. Kita wajib mendayagunakan perlengkapan rahmat yang Tuhan percayakan kepada Gereja-Nya, teristimewa Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi, sakramentali, seperti salib dan air suci. Doa setiap hari juga sangatlah penting, termasuk mendaraskan Doa kepada Malaikat Agung St Mikhael. Kita memiliki pengharapan yang besar, sebab Tuhan kita adalah “jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6) yang “telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33). Cinta kasih Allah akan senantiasa menaklukkan yang jahat.

“The Exorcist”, baik versi buku maupun film, bertolak dari suatu kisah nyata kerasukan setan. Kita patut ingat bahwa buku, dan terutama film, memiliki unsur-unsur ala “Hollywood” yang sensasional, yang adalah fiksi belaka.

Kisah nyata yang sebenarnya bermula pada bulan Januari 1949, melibatkan seorang anak laki-laki berusia 13 tahun bernama Robbie yang tinggal bersama kedua orangtua serta neneknya di Mt. Rainier, Md (Beberapa sumber menyebutkan bahwa keluarga tersebut sebenarnya tinggal dekat Cottage City; mungkin, pihak yang berwajib bermaksud merahasiakan tempat kejadian yang sesungguhnya guna melindungi si anak). Robbie sangat akrab dengan bibinya yang seringkali mengunjungi keluarga mereka dari St. Louis, Mo. Bibinya itu seorang medium yang biasa berhubungan dengan dunia roh. Tidak saja bibinya itu membangkitkan minat Robbie akan praktek gaib ini, melainkan ia juga mengajarinya bagaimana bermain jaelangkung.

Fenomena ganjil mulai terjadi pada tanggal 10 Januari 1949. Keluarga tersebut mendengar bunyi cakaran di dinding-dinding, tetapi para petugas pembasmi tidak mendapati bukti akan adanya binatang maupun serangga pengganggu. Barang-barang bergerak dengan sendirinya: meja akan terbalik, kursi akan bergerak melintasi ruangan, jambangan akan terbang di udara dan lukisan Kristus akan bergetar. Malam hari, Robbie merasakan cakaran-cakaran di tempat tidurnya; kerap kali ia diganggu mimpi-mimpi buruk.

Sesudah kematian bibinya yang tiba-tiba pada tanggal 26 Januari, Robbie terus bermain jaelangkung untuk berkomunikasi dengannya dan dengan roh-roh lainnya. Fenomena ganjil juga terus berlanjut. Di samping itu, perangai Robbie berubah - ia menjadi kacau, gelisah dan cepat marah.

Pada bulan Februari, orangtuanya mengajak Robbie menemui pendeta Lutheran mereka, Rev. Schulze. Karena minatnya pada ilmu gaib, pendeta berpikiran bahwa mungkin suatu roh jahat sedang mengganggu keluarga tersebut. Rev Schulze mengijinkan Robbie pindah ke rumahnya untuk pemeriksaan selama beberapa hari lamanya. Pendeta melihat sendiri kursi-kursi dan benda-benda lain bergerak dengan sendirinya. Melihat tempat tidur bergoncang, ia memindahkan kasurnya ke atas lantai, di mana kasur lalu meluncur dengan sendirinya. Rev Schulze menjadi curiga akan kehadiran roh jahat.

Sesuai saran Rev Schulze, keluarganya membawa Robbie ke Klinik Kejiwaan Universitas Maryland untuk menjalani pemeriksaan. Setelah dua rangkaian pemeriksaan, tak ditemukan suatupun yang abnormal. Rev Schulze kemudian menyarankan keluarga tersebut untuk menghubungi imam Katolik setempat.

Robbie dan kedua orangtuanya menemui Pastor Hughes dari Gereja Katolik St Yakobus di Mt. Rainier. Sementara bertanya jawab dengan Robbie, Pastor Hughes melihat telepon dan benda-benda lain dalam kamar kerjanya bergerak dengan sendirinya. Robbie juga melontarkan kata-kata jorok dan hujat pada imam dalam suara yang aneh, seperti suara roh jahat. Ruangan menjadi ngeri serta menyeramkan. Pastor Hughes yakin bahwa Robbie kerasukan setan. Setelah mempelajari fakta dan juga catatan kesehatan yang ada, Kardinal O'Boyle menyetujui dilakukannya eksorsisme.

Robbie dibawa ke Rumah Sakit Georgetown di mana Pastor Hughes memulai ritual eksorsisme. Anak laki-laki itu menjadi buas, meludah dan muntah-muntah. Ia melontarkan kata-kata jorok dan hujat kepada Pastor Hughes. Walau dibelenggu di atas tempat tidur, Robbie berhasil melepaskan diri dan mencabut sebuah pegas logam yang ia cambukkan kepada Pastor Hughes dari bahu kiri hingga ke pergelangan tangannya. Dibutuhkan seratus jahitan guna menutup luka menganga di tubuh imam. Robbie tampak tenang setelah melakukan serangan ini, tak ingat akan aniaya yang ia lakukan. Robbie dilepaskan dan dihantar pulang.

Peristiwa aneh segera terjadi kembali di rumah mereka. Suatu malam, ketika Robbie sedang merapikan tempat tidurnya, tiba-tiba ia menjerit. Suatu kata berdarah telah digoreskan pada dadanya: Louis. Ibunya bertanya apakah ini artinya “St Louis”, dan suatu kata berdarah lainnya muncul: ya.

Hampir seketika itu juga, keluarga mereka berangkat untuk mengunjungi sepupu Robbie di St Louis. Fenomena ganjil yang sama mulai terjadi. Sepupunya, seorang mahasiswi di Universitas St Louis, membicarakan hal tersebut kepada salah seorang imam professor, Pastor Bishop, S.J. Imam kemudian menghubungi salah seorang sahabatnya, Pastor Bowdern, S.J., imam dari Gereja St Fransiskus Xaverius.

Kedua imam dan seorang frater Yesuit pergi mewawancarai Robbie pada tanggal 9 Maret 1949. Mereka melihat cakaran zig-zag berdarah pada dada anak itu. Mereka mendengar bunyi-bunyi cakaran. Mereka melihat sebuah lemari buku yang besar bergerak dan berputar dengan sendirinya, dan sebuah bangku bergerak melintasi ruangan. Tempat tidur Robbie bergoncang sementara ia berbaring di atasnya. Ia mencecarkan kata-kata jorok dan hujat kepada mereka. Para imam ini tahu bahwa mereka sedang berhadapan dengan si jahat.

Mereka mengajukan permohonan kepada Kardinal Ritter agar diijinkan melakukan eksorsisme. Setelah memeriksa semua bukti yang ada termasuk hasil pemeriksaan medis dan psikiatris, Bapa Kardinal mengabulkan permohonan mereka pada tanggal 16 Maret.

Sementara para imam memulai Ritus Eksorsisme, Robbie menjadi buas. Ia mengeluarkan suara lolongan dan geraman. Ranjang bergoncang turun naik. Di dadanya muncul cakaran-cakaran berdarah dengan kata-kata neraka dan iblis, dan bahkan gambar setan. Robbie meludahi para imam sementara ia mencecarkan kata-kata jorok dan hujat, sembari sesekali tertawa keji.

Demi keselamatannya sendiri dan keluarga, Robbie kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Alexian Brothers dan ditempatkan dalam bangsal sakit jiwa. Pastor Bowdern terus melanjutkan eksorsisme. Dengan persetujuan keluarga, Robbie dibaptis Katolik. Ketika Pastor Bowdern berusaha memberinya Komuni Kudus-nya yang Pertama, lima kali Robbi meludahi Hosti Kudus; maka mereka berhenti untuk mendaraskan Rosario, dan pada akhirnya Robbie menyambut Ekaristi Kudus.

Pada tanggal 18 April, Senin Paskah, eksorsisme mencapai puncaknya. Sementara Pastor Bowdern melanjutkan ritual, setan mengenali kehadiran Malaikat Agung St Mikhael; roh jahat itu dihalau keluar dari Robbie. Suatu suara seperti ledakan terdengar menggema di seluruh rumah sakit. Setelah segala aniaya roh jahat ini, Robbie sama sekali tak ingat akan peristiwa kerasukan setan ini, kecuali penampakan St Mikhael. Yang menarik, The Washington Post pada tanggal 20 Agustus 1949 memuat berita di halaman depan dengan judul, “Imam Membebaskan Seorang Anak Mt. Rainier yang Dilaporkan Berada dalam Cengkeraman Iblis.”

Sudah pasti, kisah ini amat menyeramkan, tetapi benar adanya. Perlu dicatat juga bahwa tak peduli efek-efek sensasional apapun yang mungkin ditambahkan Hollywood dalam filmnya, namun demikian semua itu tak dapat dibandingkan dengan kengerian sesungguhnya atas kehadiran nyata roh jahat dalam fenomena kerasukan setan.

Jadi, menanggapi pertanyaan pembaca, jawabnya adalah ya, iblis dapat benar-benar merasuki seseorang, dan ya, Gereja memang mempraktekkan eksorsisme. Berjaga-jagalah! Jauhi segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu gaib, termasuk jaelangkung. Gunakanlah perlengkapan senjata kudus yang melindungi kita dari yang jahat, yaitu doa, Misa, Komuni Kudus, taat pada perintah Allah dan ajaran-ajaran Gereja, serta kerap menerima Sakramen Tobat. Jika kita mengandalkan perlengkapan senjata kudus ini demi mendapatkan rahmat-rahmat Tuhan, maka kita tak perlu khawatir: kasih Tuhan akan senantiasa menang atas yang jahat.

Akbar Dari India

Pengakuan Pribadiku



Namaku adalah Akbar, anak dari Mohammed Khaja Mohinuddin dan Navanbee. Aku ingin membagikan kesaksianku tentang diriku yang tadinya adalah seorang Muslim dan bagaimana aku menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Sebelum aku mulai, aku ingin mengutip ayat Perjanjian Baru yang ditulis oleh Rasul Paulus di Roma 10:20 di mana Tuhan berkata: �Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku.� Ini adalah kutipan yang diambil Rasul Paulus dari Yesaya 65:1. Alasan aku mengutip ayat ini adalah untuk untuk bersaksi bahwa Tuhan sangat pemurah dan penyayang sesuai dengan ayat itu dalam hidupku dan kehidupan seluruh keluargaku. FirmanNya terbukti tepat dan terjadi dalam kehidupan kami. Meskipun kami tidak mencariNya, meskipun kami tidak meminta padaNya, Dia menemukan kami dan mewujudkan diriNya pada kami. Oh, aku berharap setiap hembusan nafasku dapat memujiNya dan jadi sebuah lagu yang manis bagi Tuhanku Yesus Kristus.

Inilah kesaksianku. Aku adalah anak keenam dari orangtuaku, lahir pada tanggal 4 April 1981, setelah kelahiran 3 anak perempuan dan 2 anak laki di sebuah keluarga Muslim, penduduk asli Kesamudram di kota besar di Daerah Warangal, yang merupakan salah satu daerah utama negara bagia Andhra Pradesh di India.

Ayahku adalah pengemudi kereta api yang bekerja di Pusat Selatan Rel Kereta Api dan ibuku bekerja sebagai ibu rumah tangga. Ayahku adalah pemimpin mesjid yang aktif dan ibuku mengajar Qur�an dan sangat beriman pada Islam dan sangat taat dalam menjalankan tradisi, upacara, ajaran Islam. Kedua orangtuaku membesarkanku dengan ketaatan dan ketakutan yang sama akan Islam.

Kejadiannya dimulai dengan kakak lakiku yang tertua yang bernama Mustafa yang lahir setelah 3 kakak perempuanku. Suatu hari dia sedang berjalan di sebuah jalan, tiba-tiba dia mendengar sebuah suara memanggilnya, �Mustafa, Mustafa, Akulah Tuhan, akulah Tuhanmu�. Dia melihat ke sekelilingnya tapi tidak menemukan siapapun yang memanggilnya dan hanya dia seorang yang berada di tempat itu. Ini sungguh kejadian aneh yang belum pernah dialaminya dalam hidupnya. Sekali lagi suara itu terdengar untuk keduakalinya, dan dia lalu sadar kalau suara itu datang dari atas langit. Meskipun dia tahu asal arah suara itu, dia tidak tahu siapa yang berkata. Sebelum dia bisa berpikir apa-apa, tiba-tiba dia diselubungi oleh suatu kekuatan yang terasa seperti aliran listrik dan membawanya ke sebuah tenda tempat pertemuan orang-orang Kristen dan orang yang berkhotbah sedang berkisah tentang Yesus Kristus. Kekuatan yang menyelubungi dirinya berkata pada kakakku, �Orang yang berkata padamu dan membawamu ke sini adalah orang yang sama yang dikisahkan oleh pengkhotbah ini.� Sewaktu sang pekhotbah berkisah tentang Yesus Kristus, kakakku sadar bahwa yang bicara padanya tadi adalah Yesus Kristus. Di saat itulah dia menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya dengan keyakinan penuh karena Roh Kudus bekerja dalam hatinya.

Ketika ayahku, ibuku dan seluruh keluargaku tahu akan iman baru kakakku dalam Yesus Kristus, kami semua sangat gusar. Sebagai Muslim, kami tidak percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Tuhan. Berdasarkan Qur�an, Dia hanyalah seorang nabi diantara nabi-nabi yang lain. Allah tidak punya anak laki atau perempuan dan kami tidak percaya Yesus disalib sebab Allah mengangkatNya ke Surga. Tapi orang Kristen mengira bahwa Yesus disalib dan bahkan kaum Yahudi pun percaya bahwa mereka telah menyalibkan Yesus Kristus, padahal yang mereka salibkan adalah orang lain yang wajahnya diubah Allah jadi persis sama seperti wajah Yesus Kristus. Kami juga percaya bahwa Alkitab sudah diubah oleh orang Kristen dan Yahudi dan Yesus Kristus hanya datang bagi bangsa Yahudi saja dan Dia menjanjikan Muhammad dalam Alkitab yang datang sebagai utusan Allah bagi seluruh dunia dan mulai saat itu kita harus mengikut Muhammad saja.

Orangtuaku sangat tidak sedang dan sangat marah terhadap kakakku. Di saat terjadi banyak perdebatan dan pertentangan tentang Qur�an dan Alkitab, suatu hari saudara sepupu ibuku datang menjenguk kami. Dia menderita penyakit Hemorrhage sejak beberapa saat yang lalu dan sekarang keadaannya lemah karena banyak darah ke luar dan dia berharap ibuku bisa membawanya ke seorang dokter yang pandai. Kakakku berkata, �Aku akan berdoa baginya.�

Kami semua menerima keputusannya dan memandangnya ketika dia meletakkan kedua tangannya di atas kepala sepupu ibuku dan mulai berdoa. Saat itu pula sepupu ibuku jatuh dan sebuah suara menjerit ke luar dari tubuhnya dan berkata, �Aku tidak akan meninggalkan dia, aku tidak akan meninggalkan dia.� Mendengar itu, kami semua tahu bahwa dia dikuasai roh jahat, dan kakakku berkata, �Dalam nama Yesus Kristus, keluar dari tubuhnya.� Roh jahat itu gemetaran dan ke luar dari tubuh sepupu ibuku sambil berkata, �Karena kamu, aku meninggalkan dia. Kalau tidak, aku sudah bisa membunuhnya.� Beberapa saat kemudian sepupu ibuku bangkit dan bertanya kepada kami apa yang telah terjadi pada dirinya dan mengapa dia berbaring di lantai. Dia tidak tahu apa-apa dan satu-satunya yang dia tahu adalah dia sudah sembuh dan dia dapat merasakan kesembuhan itu dan rasa nyaman dan kekuatan dalam tubuhnya. Tidak terasa sakit lagi dan darah tidak ke luar lagi. Dia sangat berbahagia dan kebahagiaan itu tampak di wajahnya.

Sewaktu semua ini terjadi di depan mataku, aku mulai bertanya: Mengapa roh jahat ke luar dalam nama Yesus Kristus dan mengapa ini tidak terjadi dalam nama nabi lain? Mengapa roh jahat tunduk pada perintah dalam nama Yesus Kristus? Ada apa di dalam nama itu sehingga roh jahat tunduk padanya dan tidak tunduk dalam nama Muhammad? Ada kekuatan apakah di dalam nama Yesus Kristus? Kepalaku dipenuhi segala pikiran dan pertanyaan ini.

Aku mengambil keputusan untuk membaca Alkitab untuk mengetahui siapa Yesus Kristus yang disebut sebagai Anak Allah oleh umat Kristen. Dengan hati terbuka aku mencari kebenaran dan aku mulai membaca Alkitab. Ketika membaca, aku menemukan ayat Injil Markus 16:16-18 yang di nomer 17, Yesus berkata, �Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu.� Ayat ini hampir membuatku jatuh ke lantai dan menggetarkan jiwaku. Ketika aku membaca ayat yang dikatakan Yesus Kristus 2.005 tahun yang lalu, aku sangat terpesona dan kagum akan kebenaran kata-kata Yesus Kristus yang terbukti benar dan masih berlaku dan kata-kata itu terjadi dan terbukti di depan mataku. Kata-kata itu mengandung kebenaran dan kebenaran itu masih terjadi sampai saat ini. Berdasarkan ayat ini, kakakku memerintah roh jahat untuk pergi di dalam nama Yesus Kristus. Aku tidak bisa menyangkal bahwa Firman Yesus Kristus itu benar dan telah terjadi di depan mataku.

Kejadian ini membuatku beriman kepada perkataan Yesus Kristus. Jika kebenaran kata-kata Yesus tentang kuasa pengusiran setan itu telah terbukti benar, maka semua kata-kata Yesus dalam Alkitab tentang DiriNya tentunya benar pula. Sewaktu aku melanjutkan membaca Alkitab, setiap keraguan dan salah pengertian tentang Yesus dan FirmanNya dijawab. Aku temukan semua jawabannya tentang pernyataan tanpa bukti yang dikemukakan Muslim tentang Yesus Kristus dan Doktrin Kristen. Ketika aku membaca Firman Tuhan dalam Alkitab, ayat-ayat Alkitab itu meluruskan pengertianku dan membuat aku sadar akan semua ajaran yang salah tentang agama Kristen yang disampaikan oleh ahli agama Islam padaku. Melalui kata-kata Yesus Kristus, untuk pertama kalinya dalam seluruh hidupku aku berkenalan dengan Tuhan, sebagai Ayah yang mengasihiku dan aku bisa mendekat padanya dan bicara padanya secara pribadi dan bersekutu denganNya. Untuk pertamakalinya kekosongan jiwaku dipenuhi oleh kasih Tuhan. Aku mengerti kasih Tuhan dan tujuan dan rencana Tuhan yang dipenuhi melalui Yesus Kristus yang dikirim olehNya ke bumi untuk mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Hal ini kita lihat dalam kata-kata Yesus Kristus dalam Injil yang ditulis oleh Rasul Yohanes di Yohanes 3:16-17 yang berbunyi: �Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Tuhan mengutus AnakNya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.�

Aku mengerti bahwa anugerah keselamatan itu gratis (Cuma-cuma) bagi seluruh manusia melalui Yesus Kristus dari Tuhan dan manusia tidak dapat mendapatkannya melalui kerja kerasnya sendiri dan Tuhan sang Bapa telah menganugerahkan kekuatan di dalam nama Yesus Kristus sebagai pernyataan kemulianNya. Aku mengerti akan hal ini ketika membaca tulisan Rasul Paulus di Filipi 2:8-11 yang berbunyi: Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepadaNya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: �Yesus Kristus adalah Tuhan,� bagi kemulian Tuhan, Bapa!

Pada tanggal 24 Desember 1998, aku menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatku dan aku pun dibaptis. Sejak saat itu panggilan Tuhan dan keinginan kuat untuk menyebarkan FirmanNya di dunia yang penuh derita ini timbul kuat sekali dalam hatiku seperti api membara. Aku tinggalkan pekerjaanku di perusahaan multinasional dan aku baktikan diriku untuk berkhotbah tentang Injil Yesus Kristus dan FirmanNya yang benar ke seluruh dunia sampai hembusan nafasku yang terakhir.

Sewaktu hal ini terjadi, berita kemurtadan iman kami tersebar di kota kami dan ini sungguh membuat malu orangtua kami karena mereka dianggap sebagai Muslim teladan. Kedua orangtuaku sangat malu melihat aku dan kakakku masuk Kristen dan menyebarkan berita Injil. Tapi tak lama kemudian secara perlahan satu per satu anggota keluarga kami menerima kebenaran Injil dan Yesus Kristus sebagai Tuhan mereka dengan hati terbuka seperti dia membuka hati Lidia (Kisah Para Rasul 16:14).

Kami telah dikecam para Muslim karena agama kami dan sanak keluarga lain yang tadinya dekat dan sayang pada kami semuanya meninggalkan kami. Dalam menghadapi tekanan itu, kami tetap beriman dan bersyukur karena boleh menderita oleh namaNya. Kami seringkali diancam dibunuh, tapi kami tidak pernah menengok ke belakang. Apa yang kami telah derita dan terus derita samapi saat ini tidaklah berarti apa-apa dibandingkan kasih Tuhan kami dan pengorbananNya di kayu salib. Di kota yang sama, atas panggilan Tuhan kami mendirikan Gereja Penginjilan dan kami pun mulai memberitakan berita keselamatan Yesus Kristus di segala dusun-dusun di sekitar kota dan daerah. Aku bekerja bagi Campus Crusade for Christ. Aku membawa film proyektor tentang Yesus dan pergi menginjili ke seluruh desa-desa dan bahkan jauh ke dalam hutan bertemu dengan suku-suku asing dan menunjukkan film Yesus dan berkhotbah tentang berita keselamatan. Banyak yang datang pada Yesus Kristus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Jemaat gereja yang datang mulai bertambah dan berkembang dari hari ke hari. Sekarang kami punya jemaat berjumlah sekitar 500 sampai 600 orang dan kakakku Mustafa banyak membentuk cabang persekutuan dan gereja-gereja di berbagai daerah.

Saat ini seluruh anggota keluargaku telah diselamatkan dan dibaptis dan mereka pun aktif dalam kegiatan penginjilan. Baru-baru ini, Tuhan membimbingku ke Mumbai untuk membentuk badan penginjilan, terutama bagi orang-orang Muslimi. Aku pindah ke Mumbai untuk memulai penginjilan di Misi ku yang baru dengan istri baruku yang bernama Susan. Dengan ini kukatakan sekali lagi Firman Tuhan sesuai Roma 10:20 yakni: �Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku.� Firman ini telah terjadi dan terpenuhi dalam hidupku dan kehidupan seluruh keluargaku.

Segala hormat dan sembah bagi Tuhan yang Maha Kuasa yang kaya akan pengampunan dan keselamatan.

Amen

Sinar-Mu ya Allah begitu berkilauan.

BILANGAN 6:25

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia

Doa St. Mikael

Doa Kepada Santo Mikhael

Santo Mikhael,
Bantulah dan lindungilah kami dalam perang melawan kejahatan dan tipu daya setan. Kami mohon dengan rendah hati kiranya Allah menghukumnya. Dan engkau panglima bala tentara surga, dengan kekuatan Ilahi, usirlah kembali ke dalam neraka, setan dan roh jahat lainnya yang berkeliaran di atas bumi yang hendak membinasakan segala jiwa. Amin.



Secara berurutan Kaplet Doa Santo Mikhael didaraskan sebagai berikut:

Dalam Nama Bapa ...

Doa pembukaan:
Ya Tuhan, dampingilah aku.
Ya Allah, bergegaslah menolong aku.

Kemuliaan ...

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan Serafim, semoga Tuhan berkenan menjadikan kami layak untuk menerima api kasih-Nya yang sempurna dalam hati kami. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan Kerubim, semoga Tuhan berkenan mencurahkan kami rahmat agar dapat meninggalkan jalan-jalan yang sesat untuk mengikuti jalan kesempurnaan Kristiani. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan paduan Singgasana Surgawi , semoga Tuhan berkenan menanamkan ke dalam hati kami semangat kerendahan hati yang sejati dan murni. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan para Penguasa Surgawi, semoga Tuhan berkenan mencurahkan kami rahmat agar dapat mengendalikan perasaan-perasaan kami dan mengalahkan nafsu-nafsu kami yang tidak teratur. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan paduan Kekuatan Surgawi, semoga Allah menjaga jiwa-jiwa kami dari semua tipu muslihat dan godaan-godaan setan. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan paduan Keutamaan Surgawi yang menakjubkan, semoga Tuhan menjaga kami dari kejatuhan ke dalam pencobaan-pencobaan dan membebaskan kami dari kejahatan. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan para Pangeran Kerajaan Surgawi, semoga Tuhan memenuhi hati kami dengan semangat ketaatan yang tulus dan sejati. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan para Malaikat Agung Surgawi, semoga Tuhan memberikan kami anugrah ketekunan dalam iman dan dalam semua perbuatan yang baik, sehingga kami dapat memperoleh kemuliaan di surga. Amin

Bapa Kami ...
Salam Maria ... (3x)

Dengan perantaraan Malaikat Mikhael dan para Malaikat Kudus, semoga Tuhan berkenan mengutus mereka untuk melindungi kami dalam kehidupan sekarang, dan juga setelah kami mati agar dituntun ke dalam kemuliaan surgawi yang abadi. Amin

Bapa Kami ... (4x)

Doa penutup:
Malaikat Mikhael, Pangeran yang mulia, kepala pasukan surgawi, penjaga jiwa-jiwa manusia, penakluk malaikat-malaikat pemberontak, pengurus rumah Allah di bawah Yesus Kristus, pemimpin kami yang patut dihormati, dianugrahi kesempurnaan dan kebajikan yang istimewa, bebaskanlah kami dari setiap penyakit dan semua kejahatan, kami dengan penuh keyakinan meminta bantuan kepadamu. Dengan perlindunganmu yang sempurna, mampukanlah kami untuk melayani Tuhan dengan setia setiap hari. Doakanlah kami Malaikat Mikhael yang mulia dan terberkati, Pangeran Gereja Yesus Kristus.
supaya kami layak menikmati janji-janji Kristus.

Allah yang Mahakuasa dan kekal dalam kemurahan dan kasih abadi-Mu, demi keselamatan umat manusia, Engkau telah menunjuk Malaikat Mikhael untuk menjadi pengeran Gereja-Mu. Kami memohon kepada-Mu, agar dalam perlindungannya yang sempurna, kami dibebaskan dari semua musuh kami, agar tidak ada satu pun dari mereka akan pernah dapat mencelakakan kami. Dan agar bersama dia kami dapat masuk ke dalam kemuliaan Ilahi-Mu, demi Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin



Litani Santo Mikhael

Tuhan kasihanilah kami
Tuhan kasihanilah kami

Kristus kasihanilah kami
Kristus kasihanilah kami

Tuhan kasihanilah kami; Kristus dengarkanlah kami
Kristus kabulkanlah doa kami

Allah Bapa di surga, kasihanilah kami.
Allah Putra, Penebus dunia,
Allah Roh Kudus,
Allah Tritunggal Mahakudus, Tuhan Yang Maha Esa

Santa Maria, ratu para malaikat, doakanlah kami
Santo Mikhael, Malaikat Agung,
Santo Mikhael, penuh dengan kebijaksanaan Ilahi,
Santo Mikhael, penyembah sempurna Sang Sabda yang menjelma,
Santo Mikhael, yang dimahkotai kehormatan dan kemuliaan,
Santo Mikhael, pangeran perkasa balatentara Tuhan,
Santo Mikhael, pembawa panji Tritunggal mahakudus,
Santo Mikhael, pelindung surga,
Santo Mikhael, penuntun dan penghibur Israel,
Santo Mikhael, kemegahan dan benteng bagi para pejuang Gereja,
Santo Mikhael, kehormatan dan kebahagiaan Gereja yang jaya,
Santo Mikhael, cahaya para malaikat,
Santo Mikhael, benteng kaum beriman,
Santo Mikhael, kekuatan bagi mereka yang berperang atas nama Yesus,
Santo Mikhael, penerang jiwa-jiwa di api penyuciaan,
Santo Mikhael, penerima jiwa setelah kematian,
Santo Mikhael, kekuatan dalam pertempuran,
Santo Mikhael, penakluk setan,
Santo Mikhael, panglima laskar surgawi,
Santo Mikhael, bentara kemuliaan Ilahi,
Santo Mikhael, perantara surgawi,
Santo Mikhael, pembela kebenaran,
Santo Mikhael, sukacita para malaikat,
Santo Mikhael, penopang umat Allah,
Santo Mikhael, pembawa panji keselamatan,
Santo Mikhael, malaikat perdamaian,
Santo Mikhael, penuntun jiwa-jiwa kepada Cahaya Abadi,
Santo Mikhael, penguasa surga,
Santo Mikhael, pangeran kami,
Santo Mikhael, pembela kami,

Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
sayangilah kami, ya Tuhan.

Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,
kasihanilah kami.

Kristus, dengarkanlah kami,
Kristus, kabulkanlah doa kami.

Doakanlah kami Santo Mikhael, Pangeran Gereja Yesus Kristus,
supaya kami layak menikmati janji-janji Kristus

Doa:
Kami mohon kepada-Mu ya Tuhan Yesus, kuduskanlah kami dengan berkat-Mu yang suci, dan dengan perantaraan Santo Mikhael berilah kami kebijaksanaan yang membuat kami mau menimbun harta surgawi dengan menukarkan semua hal duniawi dengan harta yang abadi, yaitu Engkau, Tuhan Yesus, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin



Novena Kepada Santo Mikhael

Santo Mikhael, Malaikat Agung, yang selalu setia untuk berjuang bagi Tuhan dan umat-Nya. Aku mencarimu dengan kepercayaan yang teguh dan memohon campur tanganmu, dengan seluruh kekuatanmu, untuk mengasihi Tuhan yang telah memberimu kemuliaan dalam rahmat dan kuasa, dan untuk mencintai Bunda Yesus, ratu para malaikat, yang sudah mendengarkan doaku.

Engkau mengetahui betapa bernilainya jiwaku di mata Tuhan. Dan jangan sampai ada noda kejahatan yang merusak keindahannya. Bantulah aku untuk menolak roh-roh jahat yang menggoda aku. Aku mau meneladani kesetiaanmu kepada Tuhan dan Bunda Gereja yang kudus, serta keagungan cintamu yang suci kepada Tuhan dan manusia. Dan karena engkau diutus oleh Allah untuk melindungi umat-Nya, aku mempercayakan kepadamu permohonanku yang khusus ini ..................

Santo Mikhael, perantara yang perkasa dari Allah kepada umat beriman. Aku menaruh pengharapan besar pada pertolonganmu. Aku sungguh percaya bahwa jika bantuan ini selaras dengan kehendak Allah, maka, doaku akan terkabulkan.

Santo Mikhael, doakanlah aku, agar aku bertumbuh dalam kasih. Lindungilah tubuh dan jiwaku dari segala bahaya. Bantulah aku dalam usahaku memenuhi segala kebutuhanku. Semoga dengan perantaraanmu yang penuh kuasa, aku dapat menikmati kehidupan yang kudus, mengalami kematian yang bahagia, dan menikmati surga di mana aku bersamamu akan memuji dan memuliakan Tuhan selamanya. Amin.

Bapa Kami ...
Salam Maria ...
Kemuliaan ...